Lebak, CNC – SMKN 1 Panggarangan Lebak Banten mendapatkan program bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen, namun ketika dilokasi didapati para pekerja tidak memakai safety atau Alat Pelindung Diri (APD) ketika bekerja.
Para pekerja terlihat tidak memakai APD seperti rompi, helm dan sepatu boots yang biasanya dalam setiap kegiatan proyek dianggarkan untuk safety atau keselamatan kerja.
Ketua Panitia Pelaksana Satuan Pendidikan (P2SP), Irawan saat ditemui mengatakan akan mengingatkan kembali kepada para pekerja untuk memakai APD.
“Ya nanti diingatkan para pekerjanya, terimakasih masukannya,” ujarnya singkat, Kamis 4 September 2025.
Sementara itu, Ahmad, dari pihak sekolah ketika dikonfirmasi menyampaikan bantuan Revitalisasi SMKN 1 Panggarangan hanya membangun 3 ruangan.
“Disini cuma bangun 3 ruangan, siswanya juga cuma sedikit, hanya 70 siswa. Kalau terkait anggaran keseluruhan saya ga hafal, karena tidak pernah menghitung keseluruhannya. Kalau ibu Kepala Sekolah sedang tidak masuk, karena ada kegiatan lain,” ungkapnya.
Dari papan informasi yang berada dilokasi, anggaran bantuan Revitalisasi SMKN 1 Panggarangan, ruangan dengan nominal Rp 146.277.794, lalu ruangan lain Rp 91.425.598 dan ruangan dengan anggaran
Rp 146.277.794 dengan pelaksana P2SP, sedangkan waktu pelaksanaan 17 juli 2025 sampai 15 Desember 2025.
Bantuan Revitalisasi merupakan program bantuan pusat atau dari APBN TA 2025 melalui Kemendikdasmen Dirjen PAUD Dikdasmen. Namun disinyalir kurang pengawasan dalam pelaksanaannya.
















