SERANG, CNC MEDIA – PT Dewata Prima Recycle Indonesia (DPRI), perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan daur ulang plastik PET di kawasan Pasir Saga, Kabupaten Serang, berupaya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal, kegiatan sosial, serta dukungan terhadap aktivitas kemasyarakatan.
Berdasarkan data internal perusahaan, hampir 90 persen tenaga kerja DPRI berasal dari masyarakat setempat. Kesempatan kerja tersebut turut terbuka bagi warga dengan latar belakang pekerjaan beragam, termasuk petani dan ibu rumah tangga yang ingin memperoleh penghasilan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Manajemen DPRI berharap penyerapan tenaga kerja lokal dapat memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dan lingkungan sekitar.
Manajer Produksi DPRI, Aditio Nugroho, mengatakan bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Bagi kami, keberadaan PT Dewata Prima Recycle Indonesia tidak hanya berfokus pada kegiatan produksi, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja lokal, yang berdasarkan data internal perusahaan mencapai hampir 90 persen dari total tenaga kerja,” ujar Aditio.
Ia berharap kesempatan kerja tersebut dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
“Kami berharap kesempatan kerja ini dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga dan membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Peduli Terhadap Kegiatan Sosial dan Keagamaan.
Selain membuka lapangan pekerjaan, DPRI berupaya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Kontribusi perusahaan di antaranya berupa bantuan untuk kegiatan keagamaan, dukungan terhadap pembangunan maupun renovasi sarana ibadah, serta bantuan sosial sesuai kebutuhan masyarakat dan kemampuan perusahaan.
DPRI juga pernah berpartisipasi dalam kegiatan bedah rumah yang diinisiasi Polsek Kopo. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap semangat gotong royong dan kepedulian kepada warga yang membutuhkan.
Aditio mengatakan, hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat perlu dibangun melalui komunikasi, kepedulian, serta kerja sama yang berkelanjutan.
“Selain itu, kami juga berupaya menjaga hubungan baik dengan masyarakat melalui kegiatan sosial, dukungan terhadap kegiatan keagamaan, serta partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan. Kami percaya bahwa hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat harus dibangun melalui komunikasi, kepedulian, dan kerja sama yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Aparat Setempat.
Dalam menjalankan kegiatan usaha, DPRI berupaya membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pengurus RT dan RW, pemerintah desa, hingga pemerintah kecamatan.
Perusahaan juga menjalin komunikasi dengan unsur kepolisian dan TNI setempat guna mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.
Terkait hubungan dengan masyarakat, perusahaan menyampaikan bahwa terdapat dokumen atau surat persetujuan di tingkat setempat yang melibatkan tanda tangan warga, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perangkat desa, serta unsur Polsek Kopo dan Koramil.
Dokumen tersebut menjadi bagian dari upaya komunikasi perusahaan dengan lingkungan sekitar. Namun, dokumen atau persetujuan di tingkat setempat perlu dibedakan dari persyaratan persetujuan lingkungan dan perizinan usaha formal sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, pemenuhan seluruh persyaratan perizinan yang dibutuhkan tetap menjadi hal penting agar kegiatan usaha dapat berjalan secara tertib dan berkelanjutan.
Dorong Pemanfaatan Kembali Limbah Plastik PET
Dari sisi kegiatan usaha, DPRI mengolah material botol plastik berbahan polyethylene terephthalate (PET) melalui proses produksi untuk menghasilkan cacahan plastik yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku daur ulang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemanfaatan kembali material plastik agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi, sekaligus mendukung pengembangan rantai ekonomi sirkular.
Di tengah persoalan sampah plastik yang masih menjadi perhatian, industri daur ulang diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan pemanfaatan material secara berkelanjutan. Meski demikian, proses produksi tetap perlu disertai pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab agar manfaat ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan.
Aditio menegaskan bahwa perusahaan menyadari pentingnya menjalankan kegiatan usaha secara bertanggung jawab, termasuk memperhatikan aspek lingkungan dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang daur ulang plastik PET, kami juga menyadari pentingnya menjalankan kegiatan usaha secara bertanggung jawab. Karena itu, pembenahan operasional, perhatian terhadap lingkungan, dan pemenuhan persyaratan perizinan sesuai ketentuan yang berlaku menjadi hal yang terus kami upayakan,” jelasnya.
Berkomitmen Membenahi Operasional dan Perizinan.
Manajemen DPRI menyadari bahwa keberlangsungan industri tidak hanya ditentukan oleh aktivitas produksi dan kontribusi ekonomi, tetapi juga oleh tanggung jawab terhadap lingkungan serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.
Untuk itu, perusahaan menyatakan terus berkonsultasi dengan konsultan perizinan dan berkomunikasi dengan dinas maupun instansi terkait guna mengidentifikasi serta memenuhi persyaratan perizinan yang diperlukan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola perusahaan, penataan kegiatan operasional, serta peningkatan perhatian terhadap aspek pengelolaan lingkungan.
Manajemen memandang pemenuhan perizinan sebagai bagian penting dalam membangun kegiatan usaha yang tertib dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penyerapan tenaga kerja lokal, dukungan terhadap kegiatan sosial, serta pemeliharaan hubungan baik dengan masyarakat.
Aditio berharap DPRI dapat terus berkembang bersama masyarakat Pasir Saga dan sekitarnya, sekaligus meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap perekonomian dan kehidupan sosial warga.
“Ke depan, kami ingin DPRI dapat tumbuh bersama masyarakat Pasir Saga dan sekitarnya, memberikan manfaat ekonomi, memperkuat kepedulian sosial, serta menjalankan kegiatan industri daur ulang yang tertib dan berkelanjutan,” pungkas Aditio Nugroho.
Dengan demikian, keberadaan perusahaan diharapkan tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga mendorong hubungan yang saling mendukung antara dunia usaha dan masyarakat setempat.
















