Satpol PP Lebak Tidak Berani Tutup Batching Plan Ilegal, Kolase Beserta Mahasiswa Siap Adakan Aksi Unjuk Rasa

Lebak, CNC – Menyoroti batching plan PT. Bintang Beton Selatan (BBS) di Kecamatan Cihara yang tetap bebas beroperasi meskipun diduga tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan ijin retail, Koalisi Lebak Selatan (Kolase) beserta Ikatan Mahasiswa Cilangkahan (IMC) siap adakan aksi demonstrasi (unjuk rasa), Selasa 25 November 2025.

Perwakilan dari Kolase, Asep dari Ormas Grib, mengatakan pihaknya geram terhadap Satpol PP Kabupaten Lebak dan pihak lainnya yang tidak berani dan tutup mata tidak menjalankan fungsinya.

“Kami sangat menyayangkan satpol PP tidak berani ambil tindakan menjalankan fungsinya sebagai penegak Perda, padahal sudah jelas-jelas bukti pelanggaran batching plan yang melabrak aturan Perda dan Kementerian ATR/BPN. Surat penyataan PT. BBS tidak akan beroperasi pun sampai semua ijin di tempuh ada, tapi sebulan lebih PT. BBS beroperasi dibiarkan. Kami akan kolaborasi lakukan demonstrasi bersama mahasiswa, jika ini terus dibiarkan,” ujarnya yang biasa disapa Otoy.

Sementara itu, CC IMC, Hendrik Arizky, menegaskan pihaknya siap melakukan aksi unjuk rasa terhadap PT. BBS, Satpol PP Kabupaten Lebak dan pihak terkait yang melakukan pembiaran.

“Saya hafal itu, karena dulu juga memang bermasalah dan kami pun pernah menyikapi. Kami tidak tahu kalau saat ini beroperasi kembali, jika memang demikian, kita siap menyikapi kembali dan melakukan aksi,” ungkapnya.

Perlu diketahui, PT. BBS diduga tidak mempunyai PBG dan ijin retail, hal tersebut karena lahan yang dipakai merupakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) menabrak Perda Kabupaten Lebak nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kepmen ATR/BPN Nomor 1589/SK-HK.02.01/XII/2021.

Satpol PP Kabupaten Lebak pun sudah diinformasikan terkait beroperasinya batching plan PT. BBS, namun tutup mata dan tidak berani menindak tegas korporasi tersebut yang diduga dibekingi orang kuat.

Informasi yang diterima, batching plan PT. BBS bahkan beroperasi sampe malam hari, karena menyuplai banyak ready mix di proyek-proyek pemerintah yang ada di Lebak Selatan.