LEBAK  

Himakom Kecam Pertikaian Pimpinan Lebak: Publik Butuh Solusi, Bukan Ego

📝 Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himakom), Rafik Hariri

LEBAK, CNC MEDIA – Insiden memalukan yang melibatkan Bupati Lebak, Moch. Hasbi Jayabaya, dan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, dalam acara Halal Bihalal di Pendopo Bupati, Senin (30/3/2026), menuai kecaman keras dari kalangan mahasiswa.

Perselisihan terbuka yang dipicu oleh perdebatan aturan delegasi tugas hingga komentar bernada personal itu dinilai sebagai cermin buruknya etika kepemimpinan di Kabupaten Lebak.

Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Komunikasi (Himakom), Rafik Hariri, menegaskan bahwa tindakan kedua pucuk pimpinan daerah tersebut tidak patut dan mencederai kepercayaan publik, terlebih di momen yang seharusnya penuh nilai silaturahmi.

“Apa yang terjadi di Pendopo itu adalah tontonan yang memuakkan. Di saat rakyat Lebak berjuang di tengah himpitan ekonomi, para pemimpinnya justru sibuk pamer ego dan saling serang di depan umum. Ini bentuk dekadensi etika pejabat publik yang nyata,” tegas Rafik. Selasa (31/3/2026).

Ia menilai, perdebatan mengenai pasal-pasal tugas wakil bupati hingga pengunggkitan status masa lalu di hadapan tamu undangan menunjukkan bahwa fokus pemerintah daerah saat ini lebih pada konflik internal kekuasaan ketimbang pengabdian.

Rafik juga memaparkan bahwa Kabupaten Lebak masih menghadapi banyak persoalan mendesak, mulai dari infrastruktur rusak di pelosok, rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM), hingga akses pendidikan yang belum merata.

“Harusnya energi bupati dan wakil bupati digunakan untuk mencari solusi atas kemiskinan, bukan ribut di acara Halal Bihalal hanya karena urusan panggil-memanggil kepala dinas,” tambahnya.

Mahasiswa melalui Himakom mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati segera mengakhiri drama politik dan kembali bekerja secara profesional sesuai mandat rakyat. Rafik memperingatkan, jika pola komunikasi pemimpin daerah tetap kekanak-kanakan, pembangunan di Lebak akan semakin stagnan.

“Yang rakyat butuhkan adalah kerja nyata. Jika mereka tidak bisa bersinergi, maka yang paling dirugikan adalah jutaan rakyat Lebak. Stop akting di depan publik, mulailah bekerja untuk kemajuan Lebak!” pungkasnya. (Bj-CNC)