Menteri Perikanan Pengganti Susi Resmi Pakai Rompi Oranye Ala KPK

  • Bagikan

Jakarta, CNC MEDIA.- Menteri Perikanan dan Kelautan RI, Edhy Prabowo, malam ini setelah usai diperiksa oleh penyidik KPK, akhirnya resmi mengenakan pakaian khas tersangka KPK berwarna Oranye, Kamis, (26/11/2020).

Dikabarkan setelah usai melakukan pemeriksaan terhadap Edhy Prabowo, KPK pun resmi mengumumkan status hukumnya, yakni menjadi tersangka Korupsi dalam hal perizinan ekspor benih Lobster.

Hal itu diketahui, setelah melalui gelar perkara, KPK menetapkan Edhy dan orang lain sebagai tersangka. Penyidik meyakini mereka terlibat kasus dugaan suap.

“KPK menetapkan 7 orang sebagai tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (25/11) malam, dikutip dari Kumparan.

Tampak mlm tadi, sekitar pukul 23.00 WIB, di gedung KPK, Edhy Prabowo turut dihadirkan dalam konferensi pers itu. Ia mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dengan posisi membelakangi kamera.

Edhy ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima suap terkait penetapan calon eksportir benih lobster. Adapun dugaan suap yang diterima Edhy senilai miliaran rupiah.

“Para tersangka saat ini dilakukan penahanan rutan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 25 November 2020 sampai dengan 14 Desember 2020 masing – masing bertempat di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih untuk Tersangka EP, SAF, SWD, AF, dan SJT,” kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango.

Atas perbuatannya , para penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) Huruf a atau b atau Pasal 11 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke – 1 KUHP, Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sebagai pemberi suap , disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke – 1 KUHP, Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Rombongan Edhy Prabowo ditangkap penyidik KPK di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten saat baru pulang dari Amerika Serikat (AS).

Sebanyak 17 orang diamankan penyidik KPK, dan ada sejumlah orang yang dilepaskan.

Penangkapan Edhy dan lainnya terkait dugaan transaksi untuk memuluskan proses penetapan calon perusahaan ekspor benih lobster atau benur.

Redaksi CNC MEDIA

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *