Adanya Kebakaran Susulan, Walhi Peringati Pertamina : Perbaiki Standar Kerja Pertamina! Kesehatan Warga Bisa Terancam

INDRAMAYU, CNC MEDIA.- Kebakaran tangki penyimpanan BBM Pertamina RU VI Balongan kembali terjadi pada Kamis (4/1/2021) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Belum diketahui penyebab api kembali menyebar. Namun jalanan di sekitar kilang Balongan kembali ditutup.

Upaya pemadaman pun langsung dilakukan pihak pertamina bersama pemerintah setempat.

Melansir Suara.com, info itu dikabarkan akun Instagram @Indramayuterkini dan langsung banjir komentar warganet.

Api kembali membesar di salah satu tangki T-301 kilang minyak Pertamina Refenery Unit VI Balongan.

Seperti diketahui, kobaran api di penyimpanan BBM Pertamina RU VI Balongan sempat padam. Bahkan sudah tidak terdapat kepulan asap usai dilakukan prosedur offensive fire fighting.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Pertamina terkait kebakaran susulan.

Walhi Peringati Pertamina

Manajer Kampanye Energi dan Perkotaan Walhi Eksekutif Nasional, Dwi Sawung menilai, standar kerja PT Pertamina mesti diperbaiki.

Selain karena ledakan kilang minyak di Balongan, Indramayu, insiden yang membawa kerugian besar semacam ini terjadi bukan hanya sekali. Seperti tumpahan minyak di Balikpapan.

Baca juga :  Apakah Sandiaga Uno Calon Mentri KKP Pengganti Edhy Prabowo?

Peristiwa yang berulang membuat pihaknya mempertanyakan sistem pencegahan kecelakaan maupun budaya kerja atau HSE (health, savety, environment) atau K3 (kesehatan, keselamatan, keamanan lingkungan) di Pertamina.

“Perbaiki standar kerja di Pertamina,” ucap dia, Rabu (31/3/2021).

Seharusnya, ujar dia, cukup waktu untuk mengevakuasi warga sebelum ledakan tepat ketika bau gas menguar.

“Terciumnya bau gas/uap sebelum ledakan menunjukan terjadinya kebocoran dalam sistem kilang minyak balongan. Seharusnya cukup waktu untuk mengevakuasi warga sebelum terjadi ledakan dan kebakaran,” paparnya.

Ancaman pidana membayangi Pertamina. Semestinya, laporan warga atas bau menyengat yang menguar sebelum ledakan, segera ditindaklanjuti.

“Harusnya ada pidana juga karena warga sempat protes ada bau, tapi tidak diacuhkan. Jeda waktu itu semestinya dipakai untuk evakuasi sehingga tidak ada korban,” tuturnya.

Ancaman Kesehatan Warga

Menurut dia, sebab peristiwa itu, kesehatan warga terdampak ledakan dan kebakaran kilang minyak Pertamina terancam.

Menurut Dwi, senyawa-senyawa hidrokarbon atau aromatik yang terbentuk dapat menyebabkan kematian ataupun kanker dalam jangka panjang.

“Semuanya (warga) rawan. Tapi, paling rentan bayi, orang tua, dan yang memiliki penyakit bawaan pernapasan,” ungkapnya.

Baca juga :  Kabinda Papua Gugur Ditembak KKB Papua, Bamsoet Minta TNI Polri Turunkan Kekuatan Penuh Tumpas KKB

Korban terdampak ledakan karenanya disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama organ pernapasan. Dalam hal ini, pihaknya menunjuk Pertamina sebagai yang paling bertanggungjawab atas kejadian ini untuk memfasilitasi pemeriksaan kesehatan lengkap.

Pemeriksaan kesehatan tak hanya dilakukan saat ini pasca ledakan, melainkan rutin setiap tahun. Dia menekankan pentingnya pemantauan kondisi kesehatan warga terdampak secara jangka panjang.

Akibat jangka panjang dari peristiwa ini perlu dipantau,” tegasnya.

Redaksi CNC MEDIA

CNC MEDIA

Akurat dan terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *