MUSA : RENCANA PENGHAPUSAN E-WAROENG OLEH KEMENSOS ADALAH LANGKAH PALING TEPAT

LEBAK, CNC MEDIA.- Anggota DPRD Lebak Fraksi PPP Musa Weliansyah sangat mendukung atas rencana Menteri Sosial Tri Rismaharani yang akan menghapus program elektronik (E-Waroeng) yang selama ini berjalan.

“Ini langkah yang paling tepat rencana dari kemensos dan saya sangat mengapresiasi dengan apa yang direncanakan oleh kemensos,” kata Musa kepada wartawan, Selasa (25/5/2021).

Dikatakan Musa sebelumnya, beberapa bulan yang lalu ia juga menyampaikan baik melalui surat ataupun secara langsung terkait program BPNT untuk dijadikan bantuan secara tunai diruang dirjen Fakir Miskin.

“Pada bulan okteber 2020 saya sampaikan langsung di ruangan dirjen Fakir Miskin pada slah satu pejabat sempat kita shering dan konsultasi, mereka pun sepakat bahwa itu akan didorong kepada kemensos untuk jadikan bantuan tunai, jadi tidak melalui agen sembako atau agen e-waroeng lagi, karena selain harga tinggi juga terjadi sistim pemaketan hampir di seluruh indonesia dan waktu itu saya sampaikan Kabupaten Lebak Pandeglang, Serang dan Bogor,” ungkapnya.

Di kutip dari Media Indonesia, MENTERI Sosial Tri Rismaharini berencana menghapus program elektronik warung gotong royong (e-warong). Pasalnya, dia mendapatkan bukti bahwa harga barang yang dijual justru lebih mahal dibandingkan pasaran.

Baca juga :  Musa Soroti HET Komidi Pangan yang Dikeluarkan Disperindag Kab Lebak

“Saya mohon izin, e-warong itu akan saya hapus. Karena kemarin saya melihat sendiri di Solo. Masyarakat membeli telur 1 kilogram dengan harga Rp27.000. Sementara di toko tidak jauh dari e-warong, harga telur Rp18.500 per kilogram,” ungkap Risma dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Senin (24/5/2021).

Menurut Mensos, penghapusan program itu bertujuan agar warga tidak membeli bahan pangan dengan harga lebih mahal. Di lain sisi, mereka justru mengaku menjual mahal, karena mendapat harga tinggi dari pemasok.

“Artinya, orang miskin membeli bahan pokok yang lebih mahal, karena kita yang menetapkan di tempat itu (e-warong) harus beli,” imbuh Risma.

Keterbatasan tempat penerima manfaat untuk membelanjakan dana bansos di lapangan, lanjut dia, justru membuat pedagang di e-warong bisa menjual harga sembako di atas harga pasar. Bahkan, praktik tersebut bukan yang pertama kali ditemukan oleh Kementerian Sosial.

“Saya dengan Kejagung sudah empat kali Pak menemukan ini. Ada yang saya berhentikan sebagai PKH,” terang dia.

Baca juga :  MUSIBAH KEBAKARAN HANGUSKAN 1 RUMAH WARGA DESA CIDAHU

Diketahui, saat melakukan kunjungan ke Solo, Risma menemukan salah satu e-warong yang menjual telur seharga Rp27.000 per kilogram. Risma pun berencana membuka kesempatan lebih lebar bagi keluarga penerima manfaat untuk membelanjakan dana bansos. Sehingga, harga tidak bisa dinaikkan oleh pemilik e-warong.

Selain itu, Kementerian Sosial juga tengah menyiapkan aplikasi untuk menunjang sistem baru tersebut. Meski belum dapat merinci lebih jauh, Risma menyebut aplikasi baru itu terpasang di ponsel, agar sembako dapat dibeli di mana saja.

Redaksi CNC MEDIA

CNC MEDIA

Akurat dan terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *