Jarni, Bayi Terlahir Tanpa Rahang Asal Desa Parungpanjang Menanti Bantuan

Lebak, CNC MEDIA.- Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya lahir dengan sempurna, namun harapan terkadang tak sesuai dengan kenyataan.

Jarni, bayi kelahiran 04 April 2021 dari pasangan Ujum (36) dan Astinah (24) asal Kp. Parungpanjang Rt 003/Rw 01, Desa Parungpanjang, Kecamatan Wanasalam, Lebak-Banten, menderita kelainan genetik langka, yaitu sindrom auriculocondylar.

Jarni terlahir tanpa tulang rahang. Kondisi itu membuatnya sulit bernapas.Secara fisik, bayi ini seperti menderita sumbing di kiri ke kanan bibir sampai ke rahang atau seperti tidak memiliki tulang dagu dan rahang.

Astinah, tak menyangka bayinya lahir dengan kondisi tidak normal, Ia juga sempat syok setelah diperlihatkan keadaan bayinya.

“Saya sempat syok. Tapi anak adalah karunia, kita menerima dan berniat kuat untuk mengembalikan ke kondisi normal, namun bagaimana mungkin dengan kondisi ekonomi kami yang serba kekurangan,” ujarnya, Senin (14/6/2021).

Menurut keterangan Tariah, nenek Jarni ketika dikunjungi Danramil 0313/Mlp, Kapten ARM. Zainul Arifin mengatakan bahwa untuk operasi memang belum bisa jika belum berusia diatas 3 bulan dan berat badannya harus di 6kg, sementara rahang buatan yang terbuat dari akrilik juga sangat mahal sekitar 2jt rupiah diluar BPJS. Tariah sangat berharap adanya bantuan.

Baca juga :  Penyaluran BST Desa Leuwiipuh Berjalan Tertib dan Mengikuti Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19

Sementara itu, Danramil 0313/Mlp, Kapten ARM. Zainul Arifin ketika menjenguk ke kediaman Jarni (bayi terlahir tanpa rahang) berharap kepada semua pihak dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan.

“Ya setelah mendapat informasi warga kita langsung mengunjungi rumah bayi ini, dari pengamatan saya tadi kondisinya cukup memprihatinkan, membuat siapa saja yang melihat menjadi terenyuh, untuk itu saya berharap semua pihak dapat membantu, karena ini adalah tanggung jawab kita semua,” kata Danramil 0313/Mlp, Kapten ARM. Zainul Arifin.

Kepala Desa Parungpanjang, Agus Kahir, mendengar kondisi ini juga dengan segera mengunjungi warganya dan berinisiatif membawa Jarni ke RSUD Adjidarmo.

“Atas nama pemerintah desa, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu, kami berencana hari Kamis 17 Juni 2021 akan membawa ke RSUD Adjidarmo di Rangkasbitung, Kami juga berharap keluarga dan orang tua Jarni dapat selalu diberikan semangat, ketabahan dan kesabaran dalam membesarkan sang anak,” ujar Agus Kahir, Kepala Desa Parungpanjang.

Redaksi CNC MEDIA

CNC MEDIA

Akurat dan terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *